Rani1991's Blog

Just another WordPress.com weblog

TINGKAT KEPUASAN PEMBELI

Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya; Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar-menawar Pasar modern memiliki keunggulan ditengah masyarakat yaitu dari segi pelayanan yang menarik, harga terjangkau dan serba instan. Pasar ini memiliki penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga termasuk kebutuhan sembilan bahan pokok secara eceran dan langsung kepada konsumen akhir. Sembilan bahan pokok atau sering disingkat sembako, menurut keputusan Menteri Industri dan Perdagangan yang termasuk dalam sembako antara lain :
1 Beras
2 Gula pasir
3 Minyak goreng dan margarin
4 Daging sapi dan ayam
5 Telur ayam
6 Susu
7 Jagung
8 Minyak tanah
9 Garam beriodium
Secara umum peningkatan jumlah pasar khususnya pasar modern terjadi di daerah perkotaan. Hal ini mengakibatkan semakin ketat persaingan dikalangan pedagang eceran. Meskipun jumlah pasar tradisional masih lebih besar dibandingkan pasar modern tetapi pertumbuhan pasar modern semakin meningkat. Indonesia adalah negara dengan mayoritas konsumen berasal dari kalangan menengah ke bawah. Kondisi ini menjadikan kosumen Indonesia tergolong ke dalam konsumen yang sangat sensitif terhadap harga. Ketika faktor harga rendah yang sebelumnya menjadi keunggulan pasar tradisional mampu diruntuhkan oleh pasar modern, secara relatif tidak ada alasan konsumen dari kalangan menengah ke bawah untuk tidak turut berbelanja ke pasar modern dan meninggalkan pasar tradisional. Jumlah konsumen yang berbelanja di pasar modern semakin meningkat, pangsa pasar modern telah mencapai lebih 30 persen melonjak tajam dalam sepuluh tahun terakhir ini. Pertumbuhan yang tidak seimbang antara pasar modern dengan pasar.
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dengan seseorang atau kelompok untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. Defenisi ini didasarkan pada konsep inti yaitu kebutuhan, keinginan dan permintaan Semakin tinggi harga suatu barang maka semakin sedikit jumlah barang yang di minta, sebaliknya semakin rendah harga suatu barang maka semakin banyak barang yang diminta. Sedangkan teori penawaran semakin tinggi harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual, sebaliknya semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah yang ditawarkan Pemasaran merupakan hal yang sangat penting setelah selesainya proses produksi. Kondisi pemasaran menimbulkan suatu siklus atau lingkaran pasar suatu komoditas. Bila pemasaran tidak baik, mungkin disebabkan karena daerah produsen terisolasi, tidak ada pasar, rantai pemasaran terlalu panjang atau ada satu pembeli. Kondisi ini merugikan pihak produsen. Hal ini berarti efisiensi di bidang pemasaran masih rendah.
Memuaskan pelanggan adalah merupakan kunci sukses dalam melaksanakan bisnis. Berbagai tanggapan dari pelanggan perlu diterima sebagai masukan yang berharga bagi pengembangan dan penyusunan strategi perusahaan berikutnya. Oleh karena itu perusahaan dalam mencapai tujuannya tersebut utamanya bagi pemasar harus mengetahui apa yang diinginkan dan yang dibutuhkan oleh pelanggannya, dengan cara mempelajari bagaimana persepsi, preferensi dan prilaku pelanggannya. Namun tidak mudah bagi pemasar untuk mengenal watak dan prilaku dari pelanggannya, karena bisa jadi apa yang diungkapkan itu bertolak belakang dengan sebenarnya.

A. HUBUNGAN PRILAKU DENGAN PEMBELIAN
PeLanggan dalam memutuskan pembelian suatu produk ada 2 (dua)
kepentingan utama yang diperhatikannya yaitu:
1. Keputusannya pada ketersediaan dan kegunaan suatu produk. Konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk, jika produk yang ditawarkan tersebut tersedia dan bermanfaat baginya.
2. Keputusan pada hubungan dari produk atau jasa, konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk jika produk tersebut mempunyai hubungan dengan yang diinginkan konsumen. Beberapa perimbangan untuk memiliki sebuah produk yaitu :
1. Pengenalan Kebutuhan
Pembeli mengenal suatu masalah atau kebutuhan, kebutuhan ini dipicu oleh
stimuli intern dan ekstem. Stimuli intern yakni dorongan yang muncul dari diri
pribadi pembeli, sedangkan stimuli ekstern adalah dorongan yang berasal dari pengaruh luar pembeli. Hal inilah yang akan memuncu]kan masalah atau kebutuhan.
2. Pencarian Informasi
Setelah tersentuh oleh stimuli tersebut, seorang konsumen akan berusaha
untuk mencari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang produk itu. Informasi itu
bisa bersumber dari pribadi (keluarga, teman, tetangga), sumber kornersial (iklan,
tenaga penjual, pedagang perantara dll) dan sumber umum (media massa,
organisasi ranting konsumen) serta sumber pengalaman (penanganan, pemeriksaan,
penggunaan produk).
3. Evaluasi Alternatif
Dari berbagai informasi yang diperoleh, selanjutnya di proses untuk
mendapatkan keputusan atau pertimbangan nilai akan suatu produk, dan akan
menghasilkan beberapaatribut yang akan muncul, setelah itu baru di beri bobot dari
berbagai alternatif.
4. Keputusan Pembelian
Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi maksud pembelian dan
keputusan pembelian yaitu: Pertama adalah sikap atau pendirian orang lain, sampai
di mana pendirian orang lain dapat mengurangi altematif yang disukai seseorang
tergantung pada dua hal yaitu :
(1) intensitas dari pendirian negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen,
(2) motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.

B. EVALUASI SETELAH PEMBELIAN
Tugas pemasar tidak hanya berhenti setelah penjualan terjadi, karena
pembeliakan mengevaluasi altematif-altematif yang telah diputuskan seperti halnya
sebelum pembelian. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh bagi konsumen
pada fase ini yaitu antara lain:
1. Tahap ini disajikan dalam rangka untuk memperluas pengalaman dan memori
konsumen
2. Untuk menyediakan sebuah pengawasan terhadap bagaimana baiknya ia
melakukan sepertj halnya ia memilih produk
3. Mengevaluasi bahwa apa yang diterima dari tahapan ini dapat membantu dirinya
untuk dapat membuat penyesuaian pada strategi yang akan datang. Ada beberapa prilaku yang kemungkinan muncul setelah pembelian terhadap suatu produk yaitu: tingkat kepuasan, tindakan yang dilakukan setelah pembelian dan penggunaan produk setelah pembelian.

C. TINGKAT KEPUASAM SETELAH PEMBELIAN
Setelah membeli suatu produk seorang konsumen mungkin akan menemukan
kekurangan, cacat dan sebagainya, ataupun mungkin lebih baik dari apa yang
diharapkan. Sehingga dapat kita membagi tingkat kepuasan tersebut menjadi 2 yaitu
puas dan tidak puas.
Menurut Kotler kepuasan konsumen merupakan fungsi dari seberapa dekat
antara harapan pembeli atas suatu produk dengan daya guna yang dirasakan dari
produk tersebut. Jika daya guna dari produk tersebut berada di bawah harapan
pelanggan, maka pelanggan tersebut merasa dikecewakan (tidak puas) dan jika
memenuhi harapannya maka pelanggan tersebut merasa puas. Konsumen membentuk harapan mereka atas dasar pesan-pesan yang di
terima dari penjual, teman dan sumber informasi lain. Jika penjual memperbesar-
besar manfaat produk, konsumenakan mengalami harapan yang tidak tercapai
(disconfinned expectation), yang akhirnya menyebabkan ketidakpuasan. Semakin
besar jarak antara harapan dan hasil yang dirasakan akan semakin besar
ketidakpuasan konsumen.

D. CARA MENGAMATI DAN MENGUKUR KEPUASAN PELANGGAN
Untuk mengukur dan mengamati kepuasan pelanggan ada beberapa cara
yang dapat dilakukan diantaranya adalah:
1. Sistem Keluhan dan Saran
Cara sistem keluhan dan saran ini banyak digunakan oleh rumah makan
(restoran) dan hotel yaitu dengan cara memberikan formulir bagi pelanggan
untuk melaporkan kesukaandan keluhan mereka. Namun cara ini banyak
memiliki kelemahan.
2. Survey Kepuasan Pelanggan
Perusahaan yang responsif akan mengukur kepuasan pelanggan atau
konsumen mereka dengan mengadakan survey berkala. Cara ini dapat dilakukan
dengan cara memberikan daftar pertanyaan (questioner) atau menelepon suatu
kelompok atau pelanggan mereka untuk mengetahui perasaan mereka terhadap
kinerja perusahaan.
Atribut yang dapat digunakan untuk mengetahui kepuasan peLanggan atau
konsumen dapat berupa sebagai berikut:
1. Kinerja Perusahaan
a. Kualitas produksi
b. Harga yang dikenakan
c. Pelayanan yang diberikan
d. Fasilitas yang ada
e. Keragaman produk

2. Kinerja perusahaan pesaing perlu diminta pendapatnya
Catatan untuk atribut ini biasanya disesuaikan jenis industrinya. Sedangkan
untuk pengukuran dari atribut diatas dapat di nilai dari skala Likert, yaitu dengan
memberikan skala nilai dari sangat sampai sangat tidak.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anwar Prabu Mangkunegara, 1988, Prilaku konsumen, PT. Eresco Bandung
2. Kotler, P., 1995, Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan
3. pengendalian, Edisi Indonesia, Salemba Empat Prentice Hall, Jakarta

October 27, 2011 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: